Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

#3 Saat Tidak Mengerti Dunia

Dunia itu... Dunia itu adalah salah satu hal yang sangat rumit untuk dimengerti, juga dipahami. Terkadang saking rumitnya, saya sampai ingin kabur dari dunia ini, dari Bumi ini, mungkin ke Mars bisa jadi pilihan, tapi sayangnya nggak ada agen yang jual tiketnya. Apa saya harus ganti cita-cita jadi astronot saja? Ah, jangan deh! Nggak usah! Jangan keseringan ganti cita-cita! Dulu katanya waktu SD, kalau sudah besar nanti inginnya jadi guru. Lalu ditanya lagi, inginnya jadi dokter. Ditanya lagi, jawabnya ingin jadi presiden. Bicara soal cita-cita, saya nggak pernah punya cita-cita yang pasti dari kecil. Cita-cita itu selalu berubah menyesuaikan mood saya. Tapi sayangnya, dunia ini nggak akan mengikuti maunya saya. Saya yang harus menyesuaikan dan mengikuti dunia. Tapi dewasa ini, ada satu keinginan yang sangat-sangat ingin saya wujudkan. Penulis. Tahun 2017 lalu, iya kira-kira 2017, saya mulai memikirkan kata itu. Saya mencoba untuk menulis, apa saja, pokoknya menulis. En...

#2 Saat Merasa Buntu

“Bunuh diri itu boleh nggak sih?” Entah untuk kali yang keberapa, saya lupa, teman saya mengajukan pertanyaan itu (lagi) kepada saya. Waktu itu saya bertanya balik, “Emang nggak ada cara lain buat menyelesaikan masalah?”   Lalu dia malah bertanya lagi,   “Kenapa kasih sayang itu ada?” Lalu saya menghentikan sejenak pekerjaan saya. Saya mengamatinya. Mengamati, seperti ada sesuatu yang harus diperjelas disini. Tapi yang terjadi saya tidak merespon apapun  karena…ya karena belum tepat saja waktunya. Mungkin beberapa menit lagi. Sampai akhirnya dia bertanya lagi, “Kamu nggak mau cerita apa gitu?” “Cerita apa?” “Cerita waktu kamu menyelesaikan masalahmu?” Sebetulnya sebelum itu dia sempat tidak percaya kalau seorang saya punya masalah. Kira-kira seperti ini waktu dulu dia berbicara; “Kamu punya masalah? Hah? Masalahmu itu apa? Masa seorang kamu punya masalah?” Menyebalkan, ya? Iya, memang. Apa wajah saya sangat mendukung untuk sama sekali tidak punya m...

#1 Saat Merasa Entah Kenapa

Entah kenapa dua minggu terakhir ini saya merasa lelah sekali. Hampir setiap hari saya hanya ingin menangis. Hampir setiap hari rasanya cemas. Entah cemas karena apa, yang jelas semuanya hampir-hampir rasanya nggak enak. Sebelum ini saya juga sering merasakan hal yang sama, tapi nggak tahu kenapa porsi yang ini rasanya durasinya lebih lama. Sampai suatu ketika, beberapa hari yang lalu teman saya bertanya kepada saya, "Kamu pernah menyerah?" Mendapat pertanyaan semacam itu, saya tidak langsung menjawabnya. Seketika otak yang menampung memori saya mencoba mengingat dan berfikir, "Nggak, buktinya sampai sekarang aku masih hidup." Benarkan? Kamu setuju tidak kalau saya menjawab seperti itu? Kalau teman saya sih, "Oh, iya yah, benar juga." Yah, mungkin memang benar. Tanpa menambahkan kata 'mungkin', iya itu benar. Saya terus berjalan, menjalani hari demi hari, padahal saya sendiri belum tahu saya hidup untuk apa selain pulang ke Sang ...