Be, semua yang kita lewati bertahun-tahun itu akan tetap jadi bermakna walau pada akhirnya ternyata kata bersama tidak memihak pada kata kita yang aku dan kamu telah coba buat.
Be, kadang aku merasa semua yang kita lalui terasa sia-sia. Tapi tidak apa-apa. Seiring berjalannya waktu, aku pasti paham mengapa Tuhan menggariskan takdir yang seperti ini.
Be, kamu pernah bilang, kalau pada akhirnya kamu tidak bersamaku, pasti kamu akan merasa kalau semua sangat-sangat disayangkan. Tapi aku tidak tahu apakah ini benar-benar akhir dari kisah kita, atau suatu saat nanti, di waktu yang tidak kita ketahui ternyata aku dan kamu bisa bersama lagi, sepertinya doamu terkabulkan. Pasti semuanya tidak perlu untuk disayangkan.
Be, kamu menangis tidak sih malam itu, saat kita membuat kesepakatan kalau kita harus berjalan masing-masing?
Be, kalau aku tidak menangis malam itu, apa menurutmu aku tidak benar-benar bersedih waktu kamu hilang?
Be, kadang aku ingin bercerita kepadamu lagi. Kadang aku ingin telingamu mendengarkanku lagi, walau hanya lewat telephone, tapi itu mengurangi bebanku. Namun sekarang, semuanya lebih baik tidak diceritakan.
Be, kamu menghitung tidak kalau ini percobaan kedua yang sama-sama masih gagal seperti kala pertama itu? Apa kamu mungkin menunggu kesempatan untuk percobaan yang ketiga?
Be, maaf.
Dan sekian.

Komentar
Posting Komentar