Langsung ke konten utama

Bermakna



Be, semua yang kita lewati bertahun-tahun itu akan tetap jadi bermakna walau pada akhirnya ternyata kata bersama tidak memihak pada kata kita yang aku dan kamu telah coba buat.

Be, kadang aku merasa semua yang kita lalui terasa sia-sia. Tapi tidak apa-apa. Seiring berjalannya waktu, aku pasti paham mengapa Tuhan menggariskan takdir yang seperti ini.

Be, kamu pernah bilang, kalau pada akhirnya kamu tidak bersamaku, pasti kamu akan merasa kalau semua sangat-sangat disayangkan. Tapi aku tidak tahu apakah ini benar-benar akhir dari kisah kita, atau suatu saat nanti, di waktu yang tidak kita ketahui ternyata aku dan kamu bisa bersama lagi, sepertinya doamu terkabulkan. Pasti semuanya tidak perlu untuk disayangkan.

Be, kamu menangis tidak sih malam itu, saat kita membuat kesepakatan kalau kita harus berjalan masing-masing?

Be, kalau aku tidak menangis malam itu, apa menurutmu aku tidak benar-benar bersedih waktu kamu hilang? 

Be, kadang aku ingin bercerita kepadamu lagi. Kadang aku ingin telingamu mendengarkanku lagi, walau hanya lewat telephone, tapi itu mengurangi bebanku. Namun sekarang, semuanya lebih baik tidak diceritakan.

Be, kamu menghitung tidak kalau ini percobaan kedua yang sama-sama masih gagal seperti kala pertama itu? Apa kamu mungkin menunggu kesempatan untuk percobaan yang ketiga?

Be, maaf. 

Dan sekian.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Entah

Seperti merindukan seseorang, tapi entah siapa. Seperti ingin mengulang hal-hal yang dulu indah dilakukan, tapi entah melakukan apa dan dengan siapa. Bercampur dengan rasa kehilangan, tapi entah juga kehilangan siapa. Rasanya aneh, bingung, tapi juga sesak. Seperti benar-benar sakit, tapi entah karena apa. Ada sesuatu yang hilang, tapi entah apa yang hilang. Sedih sekali tapi tak ada alasan yang bisa mendasari. Seperti ingin lari menuju sesuatu tapi tidak tahu yang ingin dituju adalah tempat atau seseorang. Seperti ingin mengatakan sesuatu kepada seseorang, semacam “aku merindukanmu” pada orang yang sudah lama tidak bertemu, tidak berkabar, tidak bercerita. Ada yang terasa begitu salah dan ingin sekali permintaan maaf terucap, tapi entah apa yang telah menjadi kesalahan. Aneh,     06.59 10/4/20

#3 Saat Tidak Mengerti Dunia

Dunia itu... Dunia itu adalah salah satu hal yang sangat rumit untuk dimengerti, juga dipahami. Terkadang saking rumitnya, saya sampai ingin kabur dari dunia ini, dari Bumi ini, mungkin ke Mars bisa jadi pilihan, tapi sayangnya nggak ada agen yang jual tiketnya. Apa saya harus ganti cita-cita jadi astronot saja? Ah, jangan deh! Nggak usah! Jangan keseringan ganti cita-cita! Dulu katanya waktu SD, kalau sudah besar nanti inginnya jadi guru. Lalu ditanya lagi, inginnya jadi dokter. Ditanya lagi, jawabnya ingin jadi presiden. Bicara soal cita-cita, saya nggak pernah punya cita-cita yang pasti dari kecil. Cita-cita itu selalu berubah menyesuaikan mood saya. Tapi sayangnya, dunia ini nggak akan mengikuti maunya saya. Saya yang harus menyesuaikan dan mengikuti dunia. Tapi dewasa ini, ada satu keinginan yang sangat-sangat ingin saya wujudkan. Penulis. Tahun 2017 lalu, iya kira-kira 2017, saya mulai memikirkan kata itu. Saya mencoba untuk menulis, apa saja, pokoknya menulis. En...